No Valentines Day
Valentine Day sering dipahami sebagai hari kasih sayang. Namun dalam pandangan Islam, kasih sayang bukan sesuatu yang diperingati satu hari, melainkan diamalkan setiap hari dengan cara yang benar dan bermartabat.
Islam telah mengajarkan bentuk kasih sayang yang luas dan mulia:
kasih sayang kepada orang tua, guru, sesama, dan lingkungan, tanpa harus meniru budaya luar yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.
Perlu dipahami bahwa Valentine Day bukan berasal dari tradisi Islam, melainkan dari budaya dan perayaan kaum lain yang memiliki latar belakang sejarah dan nilai yang berbeda dengan ajaran Islam. Oleh karena itu, umat Islam diajarkan untuk menjaga identitas dan prinsip keimanannya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.”
(HR. Abu Dawud No. 4031)
Hadis ini menjadi peringatan bagi kita agar tidak ikut-ikutan dalam perayaan atau kebiasaan yang bukan bagian dari ajaran Islam, apalagi jika perayaan tersebut berpotensi mengarah pada perbuatan yang melanggar norma agama, seperti pacaran bebas, pergaulan tanpa batas, atau hal-hal yang mendekati maksiat.
Sebagai pelajar dan generasi muda muslim, sudah seharusnya kita lebih bangga dengan nilai-nilai Islam, menjaga akhlak, kehormatan diri, serta menyalurkan kasih sayang dalam bentuk yang diridhai Allah, seperti:
-
berbakti kepada orang tua,
-
menghormati guru,
-
menyayangi teman,
-
dan memperbanyak amal kebaikan.
Mari kita isi hari-hari kita dengan kasih sayang yang berlandaskan iman, bukan dengan meniru perayaan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.